Senin, 24 November 2014

JAWABAN NO 8 MODUL 10 KPLI

Je pense que les activités humaines ne sont pas responsables peuvent conduire au changement climatique et son impact ne peut pas être réparé, comme le retrait des glaciers et de la neige, amincissement de la glace de mer aux pôles, et ainsi de suite. En fait, la hausse des températures mondiales causées par l'activité humaine elle-même, pas naturel. Parce que la nature déjà en colère contre l'attitude ou le comportement d'un homme égoïste avec aucune responsabilité pour ses actions elles-mêmes, afin que une par une catastrophe naturelle vient à un être humain. Il ya une seule façon qu'au moins peut meminimalisirkan impacts causés par le réchauffement climatique, qui est en train de changer mainset humaine elle-même de ne plus faire des dommages à l'environnement et cherche à contrer les répercussions qui se produisent avec le travail réel.

Menurut saya, kegiatan-kegiatan manusia yang tidak bertanggung jawab dapat memicu perubahan iklim dan dampaknya tidak dapat diperbaiki, seperti berkurangnya gletser dan salju, menipisnya lautan es di kutub, dan sebagainya. Faktanya, meningkatnya suhu bumi disebabkan ulah manusia itu sendiri, bukan alamiah. Karena alam sudah terlanjur murka dengan sikap atau perilaku manusia yang egois dengan tidak bertanggung jawab terhadap ulahnya sendiri sehingga satu persatu bencana alam mendatangi manusia. Hanya ada satu cara agar setidaknya dapat meminimalisirkan dampak yang terjadi akibat pemanasan global, yaitu merubah mainset manusia itu sendiri agar tidak lagi melakukan kerusakan terhadap lingkungan dan berupaya untuk menanggulangi setiap dampak yang terjadi dengan kerja nyata.  

PRANCIS - INDONESIA

JAWABAN NO 7 MODUL 10 KPLI

Entwicklung der Anbaufläche in den Küstengebieten sollte unter Berücksichtigung mehrere Alternativen vom IPCC empfohlenen wie folgt geschehen: Umzug wurde diese Alternative entwickelt, wenn die wirtschaftlichen und ökologischen Auswirkungen durch den Anstieg des Meeresspiegels und überschwemmen so groß, dass Anbauflächen brauchen, um mehr von der Küste weg verschoben werden. Unter extremen Bedingungen, auch als auf allen Gebieten, die einen sehr hohen Sicherheitslücke haben zu vermeiden. Unterkünften ist dieses alternative natürliche Änderungen oder Anpassungen der Gefahr von Auswirkungen, die eine solche auftreten können als Gewinnung, Bau Erhebung oder Veränderungen in der Landwirtschaft in Brackwasser Landwirtschaft (Aquakultur). Überflutungsflächen ist unvermeidlich, aber nicht zu erwarten ist eine ernsthafte Bedrohung für die Sicherheit von Leben, Eigentum und sozioökonomischen Tätigkeiten und die Umwelt darstellen. Schutz, hat diese alternative zwei Möglichkeiten, nämlich die Feststruktur sind, wie der Bau von Rückhaltewelle (Wellenbrecher) oder Dämme (Deichen) und das ist, weiche Struktur, wie Mangroven Begrünung oder Lagerung von Sand (Strand Nahrung). Obwohl defensive gegen natürliche Veränderungen neigen, muss diese Alternative sorgfältig unter Berücksichtigung der natürlichen Prozesse, die in Übereinstimmung mit dem Prinzip der "Arbeit mit der Natur" auftreten erfolgen.

Pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC sebagai berikut: Relokasi, alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.  Akomodasi, alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture). Area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, aset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar. Proteksi,  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure, seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure, seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.  

JERMAN - INDONESIA

JAWABAN NO 6 MODUL 10 KPLI

Повышение уровня моря, как правило, приводит к следующим воздействиям: (а) увеличение частоты и интенсивности наводнений, (б) изменение океанских течений и широкомасштабное уничтожение мангровых экосистем, (с) расширение вторжения морской воды, (d) угроза социально-экономической деятельности прибрежные сообщества, и (е) снижение или потеря земельного участка небольших островов.
Povysheniye urovnya morya , kak pravilo, privodit k sleduyushchim vozdeystviyam : ( a) uvelicheniye chastoty i intensivnosti navodneniy , ( b) izmeneniye okeanskikh techeniy i shirokomasshtabnoye unichtozheniye mangrovykh ekosistem , (s ) rasshireniye vtorzheniya morskoy vody , ( d ) ugroza sotsial'no-ekonomicheskoy deyatel'nosti pribrezhnyye soobshchestva , i ( ye) snizheniye ili poterya zemel'nogo uchastka nebol'shikh ostrovov .
 
Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut: (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan ekosistem mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

RUSIA - INDONESIA
 

JAWABAN NO 5 MODUL 10 KPLI

O impacto do aquecimento global para as atividades sócio-econômicas incluem: (a) a interrupção do funcionamento das áreas costeiras e cidades costeiras, (b) interferir com a função de infra-estrutura e instalações, tais como estradas, portos e aeroportos, (c) a interrupção do reassentamento, (d) a redução na produtividade de terras agrícolas, (e) aumentar o risco de câncer e doenças surtos, e assim por diante.

Dampak pemanasan global bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi: (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana, seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dan sebagainya. 

PORTUGIS - INDONESIA


JAWABAN NO 4 MODUL 10 KPLI

Níos chaotic sin, téamh domhanda mar thoradh air i dtréimhse séasúr na báistí agus séasúr tirim cropping meastacháin táirgthe agus bia soláthairtí talmhaíochta deacair a thuar. Laghdú táirgeadh bia, agus tá dáileadh na luaineachtaí i infhaighteacht uisce isteach, lotnaidí agus galair plandaí agus craze daonna. Athrú aeráide ag bagairt ar an inbhuanaitheacht na beatha. Spásúil, dhobharcheantair uisce agus córais uisciúcháin lag tar tuilte tharraing, lena n-áirítear i réimse na réimsí ríse. táirgeadh bia amháin laghdú, ag an am céanna, beidh feirmeoirí a bheith bocht, oibrithe talmhaíochta dífhostaithe, líon na ndaoine dífhostaithe a mhéadú. Uirbiú unstoppable. Is é an chuid is mó worrisome an leochaileacht slándála bia a bheith ag brath ar bhia allmhairithe.

Terjadinya pemanasan global mengakibatkan periode musim hujan dan musim kemarau kian kacau sehingga pola tanam, estimasi produksi pertanian dan persediaan pangan sulit diprediksi. Produksi pangan menurun, fluktuasi dan ditribusi ketersediaan air terganggu, hama dan penyakit tanaman serta manusia menggila. Perubahan iklim akhirnya mengancam keberlanjutan kehidupan. Tata ruang, daerah resapan air dan sistem irigasi yang buruk telah memicu banjir, termasuk di area sawah. Tidak hanya produksi pangan menurun, di saat yang sama, petani akan jatuh miskin, tenaga kerja sektor pertanian menganggur, jumlah penganggur meningkat. Arus urbanisasi tak terbendung lagi. Yang paling mencemaskan adalah rapuhnya ketahanan pangan sehingga menjadi tergantung pada pangan impor. 

IRLANDIA- INDONESIA

JAWABAN NO 3 MODUL 10 KPLI

In translatione prius officium de silva continet varietate, heterogenea sunt homogenea planta plantis factus esset redigendum populatio of silva ecosystems, plantis et minui. Quo factum est in an nixus providere quae victus et defensionem conversionem silva quia arbusta, deminuat munus silvis deposuerant, ac carbo carbonis. Non dimisit in aeris carbo contentus pergit crescere, ita tenuis dolor absorbetur pergit crescere plantarum CONSERVATORIUM vapores ictum.

Pengalihan fungsi hutan yang sebelumnya berisi berbagai macam tumbuhan heterogen menjadi tumbuhan homogen tentu akan mengurangi populasi hutan atau berkurangnya ekosistem tumbuhan. Dimana konversi hutan yang banyak dilakukan dalam upaya menyediakan pangan dan membuka lahan untuk perkebunan, tentu akan mengurangi fungsi hutan sebagai endapan karbon. Kandungan karbon yang terlepas ke atmosfer terus meningkat, sedangkan kandungan oksigen yang diserap tumbuhan akan terus menipis sehingga akan meningkatkan dampak gas rumah kaca.
 
 LATIN - INDONESIA


JAWABAN NO 2 MODUL 10 KPLI

Production and consumption of energy (57%), is an activity that can not be separated or removed from the activities undertaken by humans. With the energy will make increased production, and produce waste, good air, liquid or solid form. CFC (17%), is a man-made gases are substances that are not flammable and not too toxic. A single molecule of CFC has a life span of 50 to 100 years in the atmosphere before it was abolished. CFC molecule decomposes after mixing with UV light and liberate chlorine atoms. The chlorine atom seeks to destroy ozone and produce ozone hole. Agriculture (14%), agricultural expansion by deforestation, making forest loss. Deforestation and land use change (9%), will release the carbon stored in the biomass into the atmosphere to the earth's ability to absorb CO2 is reduced. Industry (3%), industrial activities that produce various forms of pollution and mostly contain substances that can damage the ozone layer.

Produksi dan konsumsi energi (57%), adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Dengan adanya energi akan membuat produksi semakin meningkat, dan menghasilkan limbah, baik udara, cair atau berupa padatan. CFC (17%), merupakan gas buatan manusia yang merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV dan membebaskan atom klorin. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan lubang ozon. Pertanian (14%), pembukaan lahan pertanian dengan melakukan penebangan hutan, membuat berkurangnya luas hutan. Penebangan hutan dan perubahan tata guna lahan (9%), akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalam biomassa ke dalam atmosfer sehingga kemampuan bumi untuk menyerap CO2 menjadi berkurang. Industri (3%), kegiatan industri yang menghasilkan berbagai macam bentuk polusi dan sebagian besar mengandung zat yang dapat merusak lapisan ozon.

INGGRIS - INDONESIA









 
 
© Aditya Reynald | All Rights Reserved
Designed ByImuzcorner | Powered ByBlogger | FCB Blogger Template ByFree Blogger Template